Beranda Medan Masyarakat Jermal 15 Curhat Masalah Lingkungan Bersama Kapolrestabes Medan

Masyarakat Jermal 15 Curhat Masalah Lingkungan Bersama Kapolrestabes Medan

32 views
Masyarakat Jermal 15 Curhat Masalah Lingkungan Bersama Kapolrestabes Medan

Medan-BeritaSatuNews | Masyarakat Jermal 15, Dusun I, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, curhat masalah lingkungan bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., dan Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Medan.

Kegiatan Curhat Warga bertema “Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama”, berlangsung Jumat (23/1/2026), pukul 14.30 WIB, di Kolam Pancing Nabilah Jermal XV, Jalan Jermal 15 Dusun I, Desa Amplas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, S.H., M.H., Camat Percut Sei Tuan diwakili oleh Kasi Trantib Kecamatan Percut Sei Tuan, Harun Lubis., Danramil 0201-13/PST diwakili, Pelda Sofyan Nasution, dan Ketua MUI Kecamatan Percut Sei Tuan Awaluddin Pulungan.

Juga Kepala KUA Percut Sei Tuan Misman, S.Ag., M.Si., Kepala Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan, Edy Purwanto., Ketua Satkamling Desa Sambirejo Timur Teguh Iman Dharmadi., Kepala Sekolah SMK Swasta Mandiri Percut Sei Tuan Nanda Sholihin., Siswa Sekolah SMK Swasta Mandiri Percut Sei Tuan.

Kepala Desa Amplas dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada bapak Kapolrestabes Medan dan jajaran atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia berterimakasih atas kegiatan ini warga dapat menyampaikan permasalahan maupun gangguan keamanan lainnya. Mari kita memberi masukan keluhan kita kepada bapak Kapolrestabes.

Kapolrestabes dalam penyampaiannya kepada masyarakat Jermal 15 menjelaskan kalau dirinya berada di lokasi ini adalah hari ke-107 menjadi Kapolrestabes Medan.

“Hari ini saya berdiri disini hari ke-107 menjadi Kapolrestabes Medan. Misi kemanusiaan sudah kami lakukan di lokasi ini, dan ini adalah pertemuan kedua untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Bahwa di lokasi ini saat dilakukan penertiban dan penindakan banyak terjadi perlawanan, melempari petugas, dan membakar kendaraan petugas yang melakukan penindakan.

Saya berkeliling banyak anak anak dan pelajar bahkan balita saya titipkan kepada bapak/i sekalian agar disampaikan menjaga anak anak kita tersebut. Mari ingatkan anak anak kita untuk menjauhi kegiatan yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun keluarga.

Saya membuka selebar-lebarnya kepada bapak/ibu untuk menyampaikan unek-uneknya dan akan saya dengar keluhan bapak/ibu sekalian. Beban moral saya mangapa saya melakukan semua ini adalah untuk masyarakat.

Apa yang saya makan dan kenakan berasal dari bapak dan ibu sekalian. Karena itu, setiap hari saya berupaya berbuat baik melalui misi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat Medan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena “Bonus Demografi” yang tengah dihadapi Indonesia.

Dengan tingginya angka usia produktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bangsa yang maju dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Namun, potensi ini terancam sirna jika pemuda terjebak dalam lingkaran setan narkoba dan judi.

Salah seorang warga, Rohliah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait maraknya aksi pencurian dan perilaku menyimpang anak di bawah umur.

“Kami resah, Pak. Pertama soal maling, kedua soal generasi muda kita. Anak-anak yang masih SD sudah mulai ada yang ‘ngelem’. Saya mohon kepada Bapak Kapolres dan jajaran untuk menindaklanjuti ini,” ungkap Rohliah.

Sementara itu warga lainnya, Syahrul, mengapresiasi tindakan kepolisian dan mengucapkan terimakasih kepada Kapolrestabes atas penindakan-penindakan yang telah dilakukan di Jermal 15.

“Kami harapkan semua ini berkelanjutan sampai bersih”, kata Syahrul.

Menanggapi warga, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H menyampaikan bahwa awal tahun 2026 dia memiliki setting goals untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Di Medan ini sangat marak rayap besi, rayap kayu, dan pompa. Selama 2 bulan kami kerjakan, kejahatan tersebut telah menurun. Untuk penyuluhan masif kami akan mengonsep dengan baik,” kata Kombes Jean Calvijn.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu pihak kepolisian telah mengungkap tawuran antargeng motor, ternyata pelakunya masih di bawah umur dengan barang bukti senjata tajam kelewang yang panjang panjang.

Namun ia menegaskan, bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengajak TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya untuk bergandengan tangan.

“Keluarga adalah tempat yang paling harus kita jaga. Apapun yang terjadi di luar sana, kita akan selalu kembali ke keluarga. Suami kembali ke istri, dan anak kembali ke orang tua.

“Keluarga adalah benteng utama. Apapun yang terjadi di luar, kita akan selalu kembali ke keluarga. Saya berjanji akan mengurai persoalan ini, tapi tolong bantu kami, mari kita jaga keluarga kita bersama-sama,” pungkasnya.

Menutup pertemuan tersebut, Kapolrestabes Medan berjanji akan menindaklanjuti laporan warga, termasuk instruksi khusus kepada Kapolsek untuk mendalami lokasi-lokasi penadah barang curian di sekitar wilayah Menteng hingga Jermal. * BSN/R