Tapteng-B1N | Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) menggelontorkan bantuan senilai total Rp59.212.500.000,- untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu dikatakan Mentan RI, Amran Sulaiman, saat kegiatan Groundbreaking Pertanian di Provinsi Aceh melalui zoom meeting. Amran mengatakan bahwa pemerintah pusat bergerak cepat untuk pemulihan pada sektor pertanian di tiga provinsi tersebut.
Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana Sumatera Utara (Sumut) dipusatkan di sekitar persawahan Kelurahan Tukka dan Kelurahan Bona Lumban Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara hibrid di tiga wilayah provinsi yang terdampak bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor, yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan groundbreaking pemulihan sektor pertanian di Provinsi Aceh ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dan hadir juga dalam kegiatan ini Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
Sementara itu, Groundbreaking Pertanian yang dipusatkan di Tapteng, Sumut dihadiri langsung oleh Staf Ahli Mentan Bidang Infrastruktur Pertanian, Wakil Gubernur Sumut, Bupati Tapteng, Wakil Bupati Tapteng, Forkopimda Tapteng, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Wakil Bupati Wakil Bupati, Wakil Bupati Deliserdang dan Staf Ahli Bupati Sergai.
Mentan RI Amran Sulaiman menjelaskan, bantuan pertanian itu berupa Alsintan Pra Panen 63 unit, Traktor roda empat, 46 unit traktor Crawler, 300 unit traktor roda dua, 15 unit drone, 51 unit Rice Transpalanter, 300 unit pompa air, 804 unit Handsprayer senilai Rp59.212.500.000, bantuan 525.360 kg benih padi untuk luasan 20.925 Ha senilai Rp7.696.511.665.
Bantuan tersebut meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (Alsintan), hingga kebutuhan pokok masyarakat. Mentan menekankan agar pelaksanaan rehabilitasi menggunakan skema padat karya.
“Saudara-saudara kita yang punya sawah yang bekerja (rehabilitasi), kemudian upahnya dibayar oleh pusat. Kami ingin masyarakat punya lapangan kerja di tengah masa sulit ini,” tegas Amran.
“Amran juga memerintahkan jajarannya untuk tetap berada di lokasi hingga proses pemulihan selesai. Jangan pernah mengosongkan personel di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” kata Mentan.
“Saya tugaskan direktur dan tim untuk standby. Tolong dipercepat, saudara kita butuh uluran tangan segera,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian bidang infrastruktur, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, MP, PhD, menyampaikan, saat kunjungan Menteri Pertanian datang ke Kecamatan Tukka, tepatnya di depan pohon sawit ini para petani kita meminta kepada Menteri Pertanian agar sawah yang rusak diperbaiki, dan saluran irigasi juga diperbaiki karena sudah rusak, dan sekarang air sudah teraliri.
Sedangkan Wakil Gubernur Sumut H. Surya, B.Sc dalam sambutannya mengatakan, titip salam dari Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, yang sedang mengikuti rapat tentang pascabencana di Jakarta dengan Kemendagri.
“Bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu telah memberikan dampak yang cukup serius khususnya pada sektor pertanian,” kata Wakil Gubernur Sumut, H. Surya, B.Sc.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi titik balik penguatan ketahanan pangan di Sumut.
Dia mengungkapkan, kerusakan lahan sawah di Sumut mencapai 37.318 hektare, dengan rincian 22.274 hektare rusak ringan, 10.690 hektare rusak sedang, dan 4.354 hektare rusak berat.
Khusus di Kabupaten Tapteng, kerusakan lahan mencapai 3.205 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Kecamatan Tukka adalah bagian penting dari sentra pertanian rakyat. Gangguan pada lahan dan irigasi di sini menurunkan produktivitas dan pendapatan petani secara drastis. Oleh karena itu, groundbreaking hari ini adalah komitmen nyata untuk memulihkan kembali fungsi lahan dan sistem irigasi,” ungkap Surya.
Wagub Sumut Surya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam program rehabilitasi tersebut. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan juga Gubernur Sumut yang diwakili oleh Wakil Gubernur.
“Ketika pascabencana sedimennya masih endapan lumpur, jalan di lokasi ini masih tertutup lumpur. Menteri Pertanian dan Gubernur Sumut, persis di dekat lokasi acara ini datang ke sini, sekarang kita buat acara di sini,” ungkap Bupati Tapteng.
“Bencana yang melanda Tapteng beberapa waktu lalu tidak hanya terdampak pada infrastruktur dan permukiman, tetapi juga sangat memukul sektor pertanian, khususnya lahan sawah dan produksi padi yang menjadi tulang punggung ketahan pangan, serta sumber perekonomian kehidupan masyarakat,” kata Masinton Pasaribu.
Dia juga menjelaskan, lahan sawah yang terdampak di Kabupaten Tapteng seluas 7.365 ha, dengan kerusakan ringan 3.546 ha, kerusakan sedang 1.383 ha, dan rusak berat seluas 2.436 ha.
Kegiatan groundbreaking hari ini merupakan titik awal tanam bulan Januari, dengan total sebanyak 94 ton benih, untuk kebangkitan pertanian Tapteng pascabencana.
“Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi bantuan bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah nyata yang terdistribusikan ke Kabupaten Tapteng,” ujar Bupati Tapteng.
Masinton juga mengatakan komitmen bersama untuk memulihkan lahan pertanian, mengembalikan produktivitas, dan membangkitkan semangat para petani.
“Kami menyadari bahwa pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh daerah, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Bupati Tapteng mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya kepada provinsi, kabupaten, kota, kepada petani yang terdampak.
“Melalui Menteri Pertanian, hari ini kita sudah saksikan groundbreaking tentang penanganan pascabencana, yaitu pemulihan kembali sawah-sawah yang rusak, ladang yang rusak dan membantu petani untuk cepat pulih dan cepat bangkit,” pungkasnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan tanam perdana benih padi dan pemberian bantuan program Kementerian Pertanian bagi wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapteng, berupa bantuan saprodi pupuk dan pestisida, NPK 1.250 kg, urea 750 kg, KCl 500 kg, Dolomit 10 ton, Kompos 5 ton, Antracol 10 kg, Karbofuran 100 kg, Pupuk Organik Cair 25 liter
Bantuan Benih (Ditjen TP), benih padi Ciherang 7.500 Kg, Alsintan (Dit. Alsin Pra Panen), Traktor Crawler 2 unit Drone 1 unit.
Alsintan Pra panen 2 unit traktor roda empat, 1 unit Traktor Crawler, 7 unit traktor roda dua, 1 unit drone, 5 unit Rice Trasplanter, 7 unit pompa air, 18 Henspleyer, senilai Rp1.537.500.400. Bantuan 94.000 kg benih padi untuk luasan 3.760 Ha senilai Rp1.374.451.000.
Kegiatan ini turut dihadiri pejabat dan jajaran Kementan, OPD, Dinas Kominfo Provsu, Kepala Kantor Pertanahan Tapteng, OPD Tapteng, TNI, Polri, Camat Tukka, Kades dan Lurah se-Kecamatan Tukka, PPL Pertanian Kabupaten Tapteng, serta para Petani di Kecamatan Tukka. * BSN/r















































