Aceh Selatan-BeritaSatuNews | Ruang Kantor Perbendaharaan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Selatan yang berlokasi di Jalan T. Ben Mahmud (Depan Kantor Bappeda) Tapaktuan, nyaris terbakar akibat disiram bensin oleh sekelompok pria berjumlah 4 orang, Rabu (21/1/2026).
Pelaku berjumlah 4 orang itu disebut-sebut berasal dari Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan.
Keempat pelaku sempat menyiramkan bensin di ruangan Perben (Perbendaharaan) Kantor BPKD, serta membanting satu unit printer sampai hancur.
Seorang pegawai ruang Perben bernama Baihaqi, yang juga saksi mata mengatakan, saat kejadian ada dua kelompok rekanan yang mempertanyakan masalah pencairan utang proyek.
“Yang pertama menghadap satu orang menanyakan pencairan utang proyek 2025. Saya menjelaskan bahwa utang tersebut tetap akan dibayar pada tahun 2026 setelah adanya APBK-P 2026, atau pergeseran sekitar bulan Agustus atau September 2026. Alhamdulillah, setelah mendengar penjelasan satu orang ini dapat memakluminya, dan langsung pamit ke luar ruangan,” ungkap Baihaqi saat dikonfirmasi awak media.
Namun beberapa saat usai orang tersebut keluar, kembali masuk sekelompok laki-laki berjumlah 4 orang yang belum teridentifikasi identitasnya langsung menggebrak meja Baihaqi. Pelaku mempertanyakan kenapa SPM miliknya tahun anggaran 2024 belum dicairkan.
Para pelaku disebut marah-marah kenapa utang proyek 2024 ada yang dibayarkan, dan ada yang tidak dibayarkan.
Baihaqi mengaku telah menjelaskan kepada pelaku terkait pencairan utang proyek 2024 tersebut, pihaknya hanya melaksanakan perintah dan arahan pimpinan.
“Untuk apa juga surat edaran (pencairan 7 persen, 10 persen, 15 persen dan 20 persen). Pemkab Aceh Selatan pilih kasih,” teriak pelaku sambil memukul printer di atas meja Baihaqi hingga hancur.
Pelaku lainnya pun langsung menyiramkan bensin yang telah dipersiapkan dalam botol mineral sedang.
Sejumlah pegawai perempuan di Kantor BPKD Aceh Selatan menceritakan pascaruangan Perben disiram bensin di beberapa sudut, mereka langsung berteriak histeris dan berlarian ke luar ruangan karena tak tahan mencium bau bensin menyengat.
“Pelaku sempat menyalakan korek api hendak membakar ruang perben. Beruntung, korek api rusak sehingga tak sempat menyala,” ucap pegawai ASN perempuan kepada wartawan di lokasi.
Setelah berteriak memaki-maki pejabat Aceh Selatan, akhirnya para pelaku keluar Kantor BPKD.
Pantauan di lokasi pascakejadian, aparat kepolisian dari Polres Aceh Selatan dan Satpol PP telah tiba di lokasi dan langsung mengecek rekaman video dari kamera pemantau (CCTV).
Kasus ruangan Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah Aceh Selatan yang nyaris dibakar 4 pria tersebut telah dilaporkan ke Polres Aceh Selatan oleh pihak BPKD. * BSN/R















































