Beranda Sumut Presentasikan Inovasi Gema Sahabat, Bupati Labuhanbatu Dinyatakan Berhak Terima Anugerah Kebudayaan PWI...

Presentasikan Inovasi Gema Sahabat, Bupati Labuhanbatu Dinyatakan Berhak Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

19 views
Presentasikan Inovasi Gema Sahabat
Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M. (Foto: Ist)

Rantauprapat-BeritasatuNews | Presentasikan Inovasi Gema Sahabat, Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dinyatakan berhak menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026.

Keputusan itu tertuang dalam Berita Acara Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Kategori Bupati/Walikota pada Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Provinsi Banten, bernomor: 539/PWI-P/LXXIX/I/2026 yang ditandatangani oleh 5 orang dewan juri, yakni Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Dr. Nungki Kusumastuti, Akhmad Munir, dan Sudjiwo Tejo.

“Memutuskan bahwa Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dengan proposal berjudul “Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakat) : Penguatan Karakter dan Budaya Sejak Dini” berhak menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026, berupa Trofi Abyakta dan Piagam, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional di Banten, 9 Februari 2026,” tegas dewan juri dalam dokumen berita acara yang diterima wartawan, Jumat (16/1/2026).

Sebelumnya Bupati Labuhanbatu presentasikan Inovasi Gema Sahabat di hadapan para dewan juri. Ia memaparkan bahwa Inovasi Gema Sahabat adalah program yang tumbuh dari realitas dan topografi, dan budaya Kabupaten Labuhanbatu.

Kepekaan akan risiko alam dan kesadaran akan pentingnya perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak, mendorong lahirnya program kemanusiaan yang berakar pada nilai budaya lokal.

Program ini telah diimplementasikan saat membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, dengan cara melakukan mobilisasi budaya dan kemitraan dengan melibatkan komunitas etnis melalui pendekatan budaya inklusif untuk menumbuhkan empati, memobilisasi donasi dari pemerintah, swasta, dan kelompok budaya.

Praktik lainnya berupa aksi kemanusiaan berbasis budaya, yakni melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana, dan menawarkan pemulihan trauma healing pada anak melalui seni dan permainan, serta pendistribusian perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar.

“Mendokumentasikan semua kegiatan dengan foto dan video untuk akuntabilitas. Bekerja sama dengan media untuk berbagi narasi kemanusiaan yang inspiratif,” papar Maya Hasmita dalam presentasi yang berlangsung Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Maya, implementasi program tersebut telah berdampak pada pemulihan psikososial anak, dan akses pendidikan tetap terjaga berkat penyediaan perlengkapan sekolah.

“Gema Sahabat berperan sebagai investasi sosial dan budaya bagi Kabupaten Labuhanbatu. Anak-anak yang tumbuh dengan pengalaman empati, solidaritas, dan keteladanan, akan berkembang menjadi generasi yang berkarakter kuat, adaptif, dan memiliki kesadaran kebangsaan serta kemanusiaan” ucapnya lebih lanjut.

Di akhir presentasinya, Maya Hasmita berharap kiranya Inovasi Gema Sahabat dapat berkontribusi dalam mengaktualisasikan budaya lokal, sebagai pendidikan karakter empati, menjadi visi gerakan nasional, dan penguatan identitas bangsa. * BSN/R